#Berita - Adat & Budaya
Selasa, 17 Februari 2026 | Punggahan adalah salah satu tradisi yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama di Pulau Jawa, dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Tradisi menyambut bulan Ramadhan ini pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga ketika menyebarkan agama Islam di wilayah Tanah Jawa ini
Penasaran bagaimana sejarah hadirnya punggahan di tengah masyarakat Indonesia khususnya wilayah jawa dan apa saja kegiatan yang dilakukan dalam tradisi tersebut? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!
Kala itu, Sunan Kalijaga menggunakan metode akulturasi atau percampuran kebudayaan untuk menyebarkan agama Islam di daerah Jawa sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Punggahan kerap dilakukan di rumah, masjid, ataupun musala dengan mengundang tetangga sekitar dan sanak saudara, serta salah seorang kyai untuk memimpin doa dan tahlil.
Saat melakukan punggahan, menu yang sering kali disediakan adalah apem, pisang raja, pasung, dan ketan. Menu ini memiliki maknanya tersendiri dalam menyambut bulan Ramadhan.
Misalnya, ketan yang menggunakan beras ketan berwarna putih susu melambangkan kesucian yang diharapkan akan didapatkan masyarakat sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Kemudian, kue apem berasal dari bahasa Arab “afwan” yang berarti maaf. Maknanya, sebelum memasuki bulan Ramadhan, umat Muslim harus memohon ampun kepada Allah SWT.
Pisang raja atau gedang rojo dalam bahasa Jawa berasal dari bahasa Arab “ghodhan rojaa”, yang memiliki makna bahwa setiap muslim berharap agar diberikan apa yang diminta kepada Allah SWT.
Lalu, kue pasung yang berbentuk seperti contong diambil dari bahasa Arab “fashoum” yang memiliki arti mengikat atau memasung diri kita dari hawa nafsu.
Selamat menunaikan ibadah puasa
#pesonasambimulyo.com #pesonasambimulyo #pemdessambimulyo
Bagikan berita :